News



Tangerang – Sepanjang tahun 2014 petugas Pengamanan Bandara Soekarno-Hatta atau Aviation Security (Avsec) tercatat menggagalkan sejumlah tindakan melanggar hukum di bandara, termasuk di antaranya tindakan yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan. Tindak-tindak pelanggaran hukum tersebut umumnya dilakukan oleh calon penumpang dengan berbagai modus.
Kasus terbanyak terjadi di Terminal 2, di mana terdapat sebelas kasus yang berhasil digagalkan atau diungkap oleh Avsec. Sebanyak tujuh kasus berupa percobaan penyelundupan hewan-hewan yang dilindungi, baik yang masih hidup atau diawetkan, tanpa dilengkapi dokumen resmi. Hewan-hewan tersebut di antaranya adalah ular phyton albino, kura-kura Brazil, burung, dan ular viper. Sisanya adalah bagian organ tubuh hewan yang diawetkan yaitu tempurung kura-kura, paruh burung enggang, serta kepala dan tanduk rusa.
Percobaan penyelundupan yang dilakukan oleh calon penumpang tersebut, enam diantaranya terdeteksi di area Security Check Point 1 Terminal 2. Satu kasus penyelundupan burung terdeteksi di Security Check Point 2 yang dilakukan oleh seorang penumpang transit. Hewan-hewan dan benda-benda ilegal tersebut diketahui oleh Avsec saat para penumpang nakal tersebut memasukkan barang-barang bawaannya ke dalam X-ray machine yang dioperasikan oleh Avsec.
Tak hanya itu, Avsec di Terminal 2 juga menahan pas yang diduga palsu yang dikenakan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. Ada pula penggagalan aksi penggeseran tas penumpang di area publik yang mengarah kepada tindak pencurian.
Kasus paling fenomenal adalah ditemukannya korban pembunuhan di lokasi parkir Terminal 2D, November 2014. Kasus ini berhasil diungkap oleh pihak Kepolisian yang dibantu oleh Avsec CCTV Bandara Soekarno-Hatta melalui analisis rekaman CCTV yang terdapat di sekitar TKP kasus yang menyita banyak perhatian masyarakat ini.
Sementara di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta terdapat empat kasus upaya pelanggaran hukum yang berhasil digagalkan oleh Avsec. Sebanyak tiga kasus adalah ditemukannya alat hisap sabu dan satu kasus lainnya adalah diamankannya seorang calon penumpang yang membawa sejata api rakitan. Sama halnya dengan di Terminal 2, barang-barang tersebut juga terdeteksi oleh X-ray machine di area Security Check Point 1. Dari ketiga calon penumpang yang membawa alat hisap sabu, seorang diantaranya juga kedapatan membawa dua paket sabu yang ditemukan Avsec saat melakukan body search.
Di Terminal 3 terdapat satu kasus pencurian yang terjadi di Toko Batik Keris. Kasus ini berhasil dituntaskan berkat pantauan kamera CCTV yang tersebar di berbagai penjuru Terminal 3.
Terhadap para pelanggar hukum tersebut, manajemen PT Angkasa Pura II KCU Bandara Soekarno-Hatta menyerahkan sepenuhnya kasus-kasus tersebut kepada pihak Kepolisian untuk diambil tindakan lebih lanjut. Adapun hewan-hewan sitaan diserahkan kepada petugas Karantina Bandara Soekarno-Hatta. Sementara untuk kasus “Pas palsu” ditindaklanjuti oleh unit terkait untuk menghindari terjadinya kembali kasus yang sama.
Senior General Manager KCU Bandara Soekarno-Hatta, Bram Bharoto Tijptadi mengatakan bahwa pihaknya tidak akan mentoleransi sedikitpun bentuk pelanggaran hukum yang terjadi di bandara yang dipimpinnya itu. “Kasus-kasus pelanggaran hukum yang diungkap oleh rekan-rekan Avsec adalah bukti bahwa kami tidak main-main kepada setiap bentuk pelanggaran di bandara. Selanjutnya, kasus-kasus tersebut kami serahkan ke kepolisian untuk diproses lebih lanjut,” ujar Bram.
Bram melanjutkan bahwa pihaknya juga selalu berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Otoritas Bandara Wilayah I, Karantina, Bea Cukai, dan Imigrasi apabila ada bentuk-bentuk pelanggaran yang masuk ke dalam ranah ketiga instansi tersebut.
Atas keberhasilan penggagalan dan pengungkapan sejumlah kasus pelanggaran hukum di Bandara Soekarno-Hatta sepanjang tahun 2014, manajemen KCU Bandara Soekarno-Hatta memberikan penghargaan kepada 44 orang Avsec. Serah terima penghargaan dilakukan di Main Station PKP-PK Bandara Soekarno-Hatta, Senin pagi (5/1).
Manajemen juga memberikan penghargaan kepada sebelas karyawan non-Avsec yang telah dengan sigap ikut serta memadamkan kebakaran yang terjadi di ruangan unit Komersial Gedung 601 pada malam hari. Sembilan karyawan tersebut berasal dari unit Sentra Operasi Terminal. Dua lainnya adalah security lobi Gedung 601 dan asisten ADM Terminal 1.
“Meskipun tidak memiliki ketrampilan khusus dalam memadamkan api, tapi dengan menggunakan APAR para karyawan kami dengan sigap dapat memadamkan kobaran api yang belum terlalu besar di salah satu ruangan sembari menunggu kedatangan personil PKP-PK. Ini menunjukkan bahwa semua karyawan kami memiliki rasa kepedulian yang tinggi pada keselamatan dan keamanan,” pungkas Bram.


Manajer Humas & Protokoler
PT Angkasa Pura II (Persero)
Kantor Cabang Utama Bandara Soekarno-Hatta


Yudis Tiawan
Tlp: 021 550-6800
Hp: 0817883903