COVID019
Peningkatan Tindakan Pencegahan Terhadap Covid-19 di Bandara-Bandara Angkasa Pura II. Klik disini
Anjuran Perjalanan pada Masa Covid-19 di Bandara-Bandara Angkasa Pura II. Klik disini
X
Tangerang,
24°C

Informasi

Menyediakan Informasi bermanfaat & Terupdate untuk mempermudah perjalanan Anda
Submenu
  • Mobile Application
  • Berita & Kegiatan
  • Sejarah
  • Petunjuk

      A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: getPetunjuk

      Filename: common/information_sidebar.php

      Line Number: 11

      Backtrace:

      File: /opt/lampp/htdocs/unictive/ap2-cabang/application/modules/Website/views/common/information_sidebar.php
      Line: 11
      Function: _error_handler

      File: /opt/lampp/htdocs/unictive/ap2-cabang/application/third_party/MX/Loader.php
      Line: 357
      Function: include

      File: /opt/lampp/htdocs/unictive/ap2-cabang/application/third_party/MX/Loader.php
      Line: 300
      Function: _ci_load

      File: /opt/lampp/htdocs/unictive/ap2-cabang/application/modules/Website/views/news_detail.php
      Line: 9
      Function: view

      File: /opt/lampp/htdocs/unictive/ap2-cabang/application/third_party/MX/Loader.php
      Line: 357
      Function: include

      File: /opt/lampp/htdocs/unictive/ap2-cabang/application/third_party/MX/Loader.php
      Line: 300
      Function: _ci_load

      File: /opt/lampp/htdocs/unictive/ap2-cabang/application/modules/Website/views/common/body.php
      Line: 41
      Function: view

      File: /opt/lampp/htdocs/unictive/ap2-cabang/application/third_party/MX/Loader.php
      Line: 357
      Function: include

      File: /opt/lampp/htdocs/unictive/ap2-cabang/application/third_party/MX/Loader.php
      Line: 300
      Function: _ci_load

      File: /opt/lampp/htdocs/unictive/ap2-cabang/application/modules/Website/controllers/Website.php
      Line: 1141
      Function: view

      File: /opt/lampp/htdocs/unictive/ap2-cabang/index.php
      Line: 324
      Function: require_once

  • Nomor Penting
  • Info Cuaca
  • Info Kurs
  • Info Lalu Lintas
  • FAQ

Sejarah Bandara Internasional Soekarno-Hatta

a.    Sesuai dengan diresmikannya Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Bandar Udara Internasional Kemayoran perlahan mulai ditutup dan hingga akhirnya resmi berhenti beroperasi pada tanggal 31 Maret 1985 tepatnya pukul 00:00 WIB. Pada saat itu seluruh penumpang yang sudah boarding di Kemayoran langsung dibawa oleh bus menuju Soekarno-Hatta karena seluruh penerbangan dari Kemayoran sudah dipindahkan ke bandar udara tersebut.

b.    Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta  merupakan sebuah bandar udara utama yang melayani penerbangan untuk Jakarta, Indonesia. Bandar udara ini diberi nama sesuai dengan nama dwitunggal tokoh proklamator kemerdekaan Indonesia, Soekarno dan Mohammad Hatta.

c.     Pada tahun 1975 hingga 1981, proses pembangunan Bandara Internasional Soekarno Hatta mulailah dilakukan dengan rencana pembangunan 3 landasan pacu, jalan aspal, 3 bangunan terminal internasional, 3 terminal domestik dan 1 terminal Haji di Bandara Soekarno-Hatta.

d.    Angkasa Pura II telah mendapatkan kepercayaan dari Pemerintah Republik Indonesia untuk mengelola dan mengupayakan pengusahaan Pelabuhan Udara Jakarta Cengkareng yang kini berubah nama menjadi Bandara Internasional Jakarta Soekarno-Hatta serta Bandara Halim Perdanakusuma sejak 13 Agustus 1984.

e.    Keberadaan Angkasa Pura II berawal dari Perusahaan Umum dengan nama Perum Pelabuhan Udara Jakarta Cengkareng melalui Peraturan Pemerintah Nomor 20 tahun 1984, kemudian pada 19 Mei 1986 melalui Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 1986 berubah menjadi Perum Angkasa Pura II. Selanjutnya, pada 17 Maret 1992 melalui Peraturan Pemerintah Nomor 14 tahun 1992 berubah menjadi Perusahaan Perseroan (Persero). Seiring perjalanan perusahaan, pada 18 November 2008 sesuai dengan Akta Notaris Silvia Abbas Sudrajat, SH, SpN Nomor 38 resmi berubah menjadi PT Angkasa Pura II (Persero).

f.      Terminal 1 adalah terminal pertama yang dibangun, selesai pada tahun 1985. Terletak di sisi selatan bandara, di seberang Terminal 2. Terminal 1 memiliki 3 sub-terminal yaitu A, B, dan C.

g.    Bandara ini mulai beroperasi pada tahun 1985 khususnya terminal 1, menggantikan Bandar Udara Kemayoran di Jakarta Pusat dan Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur.

h.    Terminal yang selesai pada tahun 1992, terletak di sisi utara bandara, berseberangan dengan Terminal 1. Terminal 2 memiliki 3 sub-terminal yang memiliki awalan huruf DE, dan F.

i.      Tahap pertama dari terminal 3 yang dapat menampung kapasitas penumpang sebanyak 4 juta penumpang per tahun, terdiri dari yang pertama dari 2 tahap pengembangan dibuka pada tanggal 15 April 2015. Terminal ini mengadopsi desain yang berbeda dari terminal 1 dan 2, yaitu dengan menggunakan konsep eco-friendly dan modern. Terminal 3 lama ini berada di sebelah timur Terminal 2.

j.      Terminal 3 ultimate beroperasi penuh pada 9 Agustus 2016.Terminal 3 Ultimate yang dapat menampung kapasitas penumpang sebanyak 25 juta penumpang per tahun ini berlokasi pada sisi timur-utara bandara. Terminalnya memiliki desain yang berbeda dari terminal lainnya. Terminal 1 dan 2 dibangun dengan penggabungan arsitektur lokal dalam rancangannya, namun terminal 3 dibangun dengan desain modern kontemporer dengan ramah lingkungan dan rasa tradisional. Terminal ini sebelumnya dinamai Terminal 3 Ultimate namun kemudian diputuskan untuk berintegrasi dengan terminal 3 lama.

k.     Dengan luas 422.804 meter persegi, terminal baru ini sedikit lebih besar daripada Terminal 3 Bandar Udara Internasional Changi Singapura yang akan melayani 25 juta penumpang setiap tahunnya. Ketika terminal beroperasi penuh, otoritas bandar udara mengharapkan untuk menghubungkan 70 destinasi internasional, meningkat dari yang saat ini berjumlah 30. Area parkirnya berkapasitas untuk mengakomodasi 2.600 mobil dan 2.600 sepeda motor.

l.      Patung Proklamator Soekarno-Hatta Cengkareng yang berada tak jauh dari gerbang Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten. Patung itu diresmikan oleh Presiden SBY pada Rabu, 29 Agustus, 2008. Monumen ini dibuat oleh Sunaryo, perupa patung terkenal dari Bandung, yang juga membuat Patung Jenderal Sudirman di Jl. Sudirman, Jakarta.

m.   Patung Soekarno dibuat pada posisi berdiri setinggi 7,8 meter dengan tangan menunjuk ke arah depan, sedangkan patung Mohammad Hatta dibuat sedikit lebih pendek.

n.    Pada hari Jumat tanggal 8 Januari 2016, menjelang tengah malam, Patung Proklamator Soekarno-Hatta ini dipindahkan dengan menggunakan crane dan sebuah truk besar. Patung dipindahkan ke ke bundaran Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Ultimate. Sebagai gantinya, di tempat yang lama dipasang Patung Garuda yang cukup elok.

o.    I Nyoman Nuarta. Beberapa patung hasil karyanya adalah Patung Jalesveva Jayamahe di Surabaya, Patung Garuda Wisnu Kencana di Bali. burung Garuda dipilih karena memiliki filosofi sebagai simbol negara. Simbol nasional yang diambil agar menjadi simbol pembeda dengan negara lain karena Bandara Soetta adalah bandara utama Indonesia. patung burung garuda memiliki tinggi sekitar 18 meter. Material yang digunakan untuk membuat patung adalah tembaga dengan lapisan kuningan.

p.    26 Des 2017 Kereta bandara beroperasi di Soekarno-Hatta dirakit oleh PT INKA dengan mesin produksi Bombardier dan diresmikan pada 2 Januari 2018. Dalam satu rangkaian kereta terdiri dari enam gerbong kereta yang masing-masing mampu mengangkut 272 penumpang. Rencananya akan ada 81 kali perjalanan kereta dalam sehari.

q.    KA Bandara Soekarno-Hatta ini akan melayani penumpang di 5 Stasiun, yaitu: Stasiun Manggarai, Stasiun Sudirman Baru, Stasiun Duri, Stasiun batu Ceper, dan Stasiun Bandara Soekarno-Hatta.

r.      Baru kali pertama dalam sejarah Indonesia, kereta bandara terkoneksi dengan SkyTrain alias kereta layang (Kalayang). Dan itu adanya di Bandara Soekarno-Hatta. Skytrain Bandara Soekarno Hatta telah beroperasi sejak 26 Des 2017. Dengan beroperasinya skytrain berarti menjadi kendaraan alternatif setelah adanya shuttle bus antar terminal. Rute skytrain Bandara Soetta ini mulai dari Terminal 1 – Terminal 2 – Terminal 3.

s.     Kereta tanpa masinis ini akan dioperasikan oleh anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero), yaitu PT Railink. Dalam sekali jalan, kereta melayang ini‎ ‎mampu mengangkut sehingga total 176 penumpang, mengenai gerbong kereta tanpa masinis ini, pembuatannya dipasok dari Korea Selatan, yaitu Woojin Industrial Sytem Co Ltd.

t.      Pada tanggal 5 April 2018 telah diresmikan Airport Operation Control Center (AOCC) yang merupakan pos komando terintegrasi yang memantau operasional bandara. AOCC merupakan kolaborasi antara PT Angkasa Pura II selaku airport operator, lalu airline operator, air navigation, dan authorities seperti Karantina, Bea Cukai, Imigrasi, Kepolisian dan sebagainya

Bagikan